3 Pilar Pengambilan Keputusan

Mengambil keputusan secara rasional memang perlu, namun jangan abaikan suara hati Anda. Justru keputusan bisnis memerlukan ketajaman bakat intuisi Anda.


Header image courtesy venegas / Flickr.com

Pada dasarnya tugas terpenting Anda sebagai seorang entrepreneur adalah mengambil keputusan. Mulai dari keputusan atas hal-hal yang dianggap sederhana sampai keputusan strategi bisnis yang rumit. Keputusan Anda adalah acuan untuk melakukan tindakan bisnis. Oleh karena itu penting sekali membuat keputusan secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Pengambilan keputusan adalah sebuah proses memilih dari beberapa alternatif pilihan untuk melakukan tindakan atau menyelesaikan suatu masalah. Menurut Ir. Bambang Koestoyo, MBA., setidaknya ada tiga dasar pengambilan keputusan:

1. Rasional.

Sesuai dengan namanya, dasar pengambilan keputusan ini adalah pemikiran logis dan terstruktur. Dimulai dari identifikasi masalah, analisa situasi, pengumpulan informasi, mengembangkan pilihan-pilihan sampai memutuskan pilihan yang dianggap paling tepat.

Sebagai contoh, keputusan yang berhubungan dengan pembiayaan modal usaha memerlukan analisa dan penghitungan keuangan yang cermat. Jika tidak, usaha mungkin akan merugi karena menanggung beban bunga yang berat.

Tampaknya pendekatan rasional adalah yang terbaik dalam mengambil keputusan bisnis. Dengan proses berpikir yang logis, terukur dan disiplin, kita berharap bisa menghasilkan keputusan yang akurat dan tepat. Namun demikian, pendekatan ini mempunyai kelemahan utama, yaitu waktu. Seringkali bisnis menuntut kita mengambil keputusan secara segera dan cepat, bahkan keputusan harus diambil saat itu juga. Padahal kita membutuhkan waktu yang cukup untuk mengumpulkan data, informasi dan menganalisanya.

2. Intuisi.

Secara sederhana intuisi adalah “feeling”, bisikan hati, memutuskan tanpa melalui penalaran rasional yang logis dan terstruktur. Berbeda dengan pengambilan keputusan secara rasional, keputusan intuisi lebih melibatkan perasaan dan persepsi ketimbang analisa dan fakta. Tidak mudah untuk menjelaskan bagaimana intuisi bekerja karena ia muncul secara tiba-tiba dan sangat subyektif.

Kebanyakan dari kita tidak suka jika orang lain menganggap keputusan kita tidak rasional. Namun jangan salah sangka, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keputusan-keputusan bisnis yang sukses lebih banyak menggunakan intuisi. Para entrepreneur yang berhasil dan CEO papan atas adalah mereka yang mampu menerapkan aspek psikologi secara baik dalam kehidupan sehari-harinya. Salah satu satu aspek psikologi yang sering mereka gunakan adalah bakat intuisi yang tajam.

Contoh keputusan yang melibatkan intuisi adalah menentukan partner bisnis, penilaian karyawan, memilih pendidikan, memutuskan produk baru. Bahkan untuk hal-hal sederhana, intuisi sangat berperan, semisal ketika memilih pakaian apa yang akan digunakan hari ini, buku yang ingin dibaca, sampai warna yang cocok untuk kursi kantor.

Oleh karena itu, asahlah intuisi Anda untuk memudahkan mengambil keputusan-keputusan penting.

3. Intuisi + Rasional.

Tentu saja cara terbaik adalah mendengarkan intuisi Anda dan mempertimbangkan analisa rasional; kata hati Anda ditunjang hasil penghitungan kertas kerja.

Kadang-kadang Anda harus memutuskan dengan segera dan mempercayai intuisi Anda. Di lain waktu Anda mungkin harus menganalisa secara hati-hati. Namun kecerdasan yang sesungguhnya adalah saat Anda mampu menggabungkan intuisi dan logika. Ini ditAndai dengan rasa percaya diri yang kuat saat Anda memutuskan sesuatu.

Jika Anda ragu-ragu akan keputusan Anda sendiri berarti ada sesuatu yang kurang bekerja baik pada intuisi juga rasional Anda. Sebaliknya, ketika Anda begitu mantab dan yakin akan keputusan yang Anda buat, di situlah gabungan intuisi dan rasio menunjukkan kekuatannya.

4. Peraturan.

Dengan semakin ketatnya tuntutan dan aturan yang berlaku, maka kita perlu menambahkan “Peraturan” sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan. Intinya, perusahaan dinilai dari tingkat kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang ditetapkan. Bukan hanya peraturan pemerintah melainkan juga aturan-aturan lain yang berlaku, seperti stAndar atau baku mutu, prosedur, code of conduct, corporate value juga visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu penting untuk selalu menjaga tingkat kepatuhan agar perusahaan Anda tidak tersangkut pada pelanggaran yang dapat merugikan.

Kesimpulannya: dengarkan intuisi Anda, gunakan analisa rasional dan jangan sekali-sekali melanggar peraturan. ***

| BK | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +3 (from 3 votes)
Bambang Koestoyo (2 Posts)

Berpengalaman lebih dari 30 tahun memimpin industri terkemuka: Colgate Palmolive, Corning Glass, Johnson & Johnson, Otsuka. Alumnus ITS, AIM Manila, UC Berkeley, Duke. Pernah mengajar di UTM Malaysia dan MM ITS.


 

Comments

  1. Budy Saptahudaya says:

    Intuisi dan akal memang senjata yang ampuh untuh memecahkan problema hidup. Karena problema hidup akan mengikuti tergantung cara kita menyikapi dan menyelesaikannya.
    Terima kasih Pak tulisannya memberi semangat dan manfaat.

    Budy Saptahudaya
    Softbag PTOI

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Komentar anda:

*


three − = 2