Ayo Mulai Usaha Persewaan Scaffolding

Bahkan kontraktor bangunan besar pun lebih suka menyewa scaffolding ketimbang memilikinya sendiri. Oleh karenanya usaha persewaan scaffolding adalah usaha penunjang konstruksi yang tidak bisa dianggap remeh.


Header image courtesy Sydigill / Flickr.com

MENGAPA TIDAK..?

Ada beberapa istilah yang banyak dikenal untuk scaffolding. Ada yang menyebutkan steger, perancah, atau ada pula yang menyebutnya andang. Scaffolding adalah perangkat semacam tangga untuk menyangga yang banyak digunakan di kegiatan konstruksi. Scaffolding dipakai untuk menyangga pekerja melakukan pekerjaan di ketinggian, atau menyangga peralatan lain lain.

Karena scaffolding hanya sebagai penyangga, maka penggunaannya pun biasanya bersifat temporer. Banyak kontraktor, bahkan kontraktor besar sekali pun, yang tidak memiliki scaffolding. Mereka lebih suka menyewa daripada memilikinya sendiri. Mengapa demikian? Karena tidak semua pekerjaan membutuhkan scaffolding dalam jumlah besar. Selain itu, scaffolding harus memenuhi persyaratan standar tertentu sehingga membutuhkan perawatan dan pemeliharaan secara berkala. Diperlukan keahlian khusus untuk menjadi seorang scaffolder handal.

Oleh karena itu bisnis persewaan scaffolding menjadi pilihan yang menarik di kalangan pebisnis konstruksi. Semakin marak kegiatan pembangunan di negara kita, semakin marak pula bisnis persewaan scaffolding.

AYO MULAI..!

Persediaan scaffolding. Anda bisa memulai usaha ini dengan scaffolding bekas, namun anda harus memastikan kondisi scaffolding tersebut masih dalam keadaan baik dan aman untuk digunakan. Penambahan stok scaffolding sebaiknya diadakan dengan mempertimbangkan perkembangan usaha.

Jenis dan tipe scaffolding. Jenis dan kondisi scaffolding yang anda miliki menentukan kepada siapa anda akan menyewakannya. Pekerjaan konstruksi berat tentu membutuhkan kualitas dan spesifikasi scaffolding yang lebih tinggi dibanding untuk keperluan pembangunan atau perbaikan rumah biasa. Pastikan anda memiliki jenis scaffolding sesuai dengan target pelanggan yang akan anda sasar.

Target pelanggan. Untuk menentukan skala dan jenis layanan usaha, anda perlu menetapkan pelanggan yang akan anda sasar. Apakah anda akan menargetkan pekerjaan di konstruksi perumahan, bangunan tinggi, seperti hotel atau pusat pertokoan, atau pabrik. Meski kebanyakan pengguna scaffolding adalah konstruksi besar, namun pekerjaan konstruksi atau perbaikan ringan juga membutuhkan scaffolding.

Kendaraan. Untuk memobilisasi dan demobilisasi scaffolding, anda memerlukan kendaraan angkut semacam truk ringan dengan bak terbuka. Memiliki kendaraan sendiri jauh lebih baik untuk meningkatkan pelayanan. Namun untuk menghemat investasi, anda bisa menyewa kendaraan angkutan umum. Biasanya biaya angkut ini dibebankan pada penyewa.

Tenaga kerja. Anda memerlukan tenaga kerja, terutama tenaga kerja fisik, untuk mengangkut, memasang, membongkar dan mengatur stok scaffolding. Anda juga memerlukan ketrampilan memeriksa dan memelihara scaffolding untuk menjamin kondisi scaffolding dalam keadaan baik saat digunakan. Anda perlu memiliki scaffolder yang telah mendapat pelatihan dan cakap menangani scafolding.

Lokasi usaha. Lokasi usaha yang strategis tidak mutlak untuk usaha ini. Yang penting anda mempunyai gudang atau workshop untuk menyimpan dan merawat scaffolding. Anda dapat mendirikan kantor di rumah sendiri. Bahkan, kita bisa menjumpai usaha persewaan scaffolding yang menjalankan usahanya menggunakan fasilitas internet.

Tarif sewa. Biasanya tarif sewa scaffolding dikenakan secara bulanan, sebesar 7%-10% dari harga beli. Tarif sewa dibedakan berdasarkan jenis atau komponen scaffolding, seperti main frame, lead frame, crose base, joint pin, u-head, jac base, support, cat walk dan lain-lain. Tarif yang berbeda juga diberlakukan berdasarkan spesifikasi atau ketebalan dan bahan masing-masing komponen.

Promosi. Membuat situs atau website usaha adalah salah satu terobosan. Namun menjalin kerja sama dengan pihak-pihak kontraktor biasanya lebih efektif. Perkenalkan usaha anda pada perusahan kontraktor, tukang batu, konsultan bangunan dan arsitek, pabrik, perkantoran dan lain-lain.

PERHATIKAN

Kualitas dan sertifikasi scaffolding. Mengingat scaffolding adalah perangkat vital dalam sebuah kegiatan konstruksi, terutama untuk menjamin keselamatan pekerja, maka scaffolding adalah peralatan yang diatur dan dikenai prasyarat standarisasi nasional, SNI. Pastikan stok scaffolding anda memenuhi standar SNI dan standar lain yang diperlukan.

Pemeliharaan scaffolding. Lakukan pemeriksaan sebelum dan setelah scaffolding anda digunakan. Bahkan meski tak digunakan pun, lakukan pemeriksaan dan perbaikan secara berkala untuk memastikan scaffolding anda dalam keadaan baik dan aman digunakan.

Umur dan kondisi scaffolding. Meski anda menjamin scaffolding anda selalu dalam keadaan baik, namun sebaiknya anda menggunakan scaffolding yang berumur tak lebih dari tiga tahun. Singkirkan scaffolding yang sudah keropos, berkarat parah, berlubang, rusak dan mengalami cacat lain.

Perjanjian sewa-menyewa. Siapkan perjanjian sewa menyewa secara tertulis, lengkap, jelas dan yang bisa melindungi kepentingan usaha anda. Meski anda bisa mencontoh perjanjian sewa-menyewa pada umumnya, namun untuk usaha persewaan scaffolding ini ada beberapa ketentuan khusus, misal, tanggung jawab atas kerusakan dan kehilangan scaffolding, serta resiko konstruksi.

Resiko konstruksi. Pastikan dalam perjanjian sewa menyewa telah disepakati bahwa anda tidak bertanggung jawab atas resiko yang terjadi pada kegiatan konstruksi. Jangan sampai kontraktor penyewa menuduh scaffolding anda sebagai penyebab kerusakan konstruksi. Oleh karena itu, selain diperkuat pada perjanjian, anda harus benar-benar yakin mengenai kondisi scaffolding yang disewakan.

Uang jaminan. Minta uang jaminan pada penyewa. Ini untuk melindungi bila scaffolding anda rusak atau hilang selama disewa. Uang jaminan akan dikembalikan segera setelah masa sewa berakhir dan scaffolding telah dikembalikan pada anda. Yang tak kalah penting adalah anda harus memastikan identitas, lokasi proyek dan kondite kontraktor penyewa scaffolding anda.

Identitas scaffolding. Untuk mencegah scaffolding anda tertukar dan untuk memudahkan pengawasan, berikan identitas khusus pada scaffolding anda. Misal, dengan warna cat khusus. Anda juga perlu memiliki sistem administrasi yang baik.

TIPS PENGEMBANGAN USAHA

Kerja sama dengan persewaan scaffolding dari kota lain. Buatlah jaringan antar pengusaha persewaan scaffolding dari berbagai kota lain. Ini untuk memperluas jaringan usaha sekaligus meningkatkan peluang usaha.

Perbaikan scaffolding. Bila anda memiliki kecakapan seorang scaffolder yang baik, anda bisa meningkatkan layanan usaha anda dengan memberikan jasa pemeriksaan, perbaikan, dan perawatan scaffolding.

Jual scaffolding baru atau bekas. Dapatkan penghasilan tambahan dengan menjual aneka komponen scaffolding baik baru maupun bekas.

Scaffolding untuk rumah tangga. Tawarkan jasa sewa scaffolding anda pada proyek-proyek atau pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan kelas rumah tangga. Meski omset dari ceruk ini tidak sebesar pekerjaan konstruksi besar, namun bisa menjadi tambahan pendapatan. Jalin hubungan yang baik dengan tukang kayu atau kontraktor kecil.

Perkiraan Kebutuhan Modal Awal: Menengah – besar

Tingkat Kesulitan: Relatif sedang, membutuhkan pengetahuan tentang scaffolding dan relasi di bidang konstruksi.

| WS | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +6 (from 6 votes)
 

Komentar anda:

*


3 − = one