Beda Margin Dan Markup

Anda menetapkan harga jual dengan cara memarkup biaya sebesar 100%. Apakah itu berarti keuntungan atau margin anda adalah 100%? Belum tentu. Margin anda jauh lebih kecil dari itu.


Header image courtesy of Jeda Villa Bali / Flickr.com

Dalam manajemen penetapan harga, ada dua istilah yang seringkali digunakan secara berbarengan: margin dan markup. Misal, margin harga jual sebesar 10%. Atau, penghitungan harga adalah markup 10%. Tampaknya dua istilah ini sama, namun sebenarnya berbeda secara konsep. Keliru menggunakan bisa mengakibatkan kesalahan dalam penghitungan harga.

Definisi Margin dan Mark-up

Margin, biasanya dinyatakan dalam prosentase (%), adalah prosentase antara profit dengan harga jual. Rumus margin% = (harga jual – biaya) / harga jual. Jika dikatakan bahwa margin sebesar 10%, berarti prosentase keuntungan terhadap penjualan adalah 10%.

Margin% bisa dikatakan sebagai keuntungan. Margin% sebesar 10% sama dengan keuntungan sebesar 10%.

Sedangkan markup, juga biasanya dinyatakan dalam prosentase (%), adalah prosentase yang ditambahkan di atas biaya untuk mendapatkan harga jual. Rumus markup% = (harga jual – biaya) / biaya. Jika dikatakan bahwa markup sebesar 10%, berarti prosentase keuntungan yang ditambahkan terhadap biaya untuk mendapatkan harga jual adalah sebesar 10%.

Markup% bukanlah keuntungan, karena dihitung dari biaya, bukan dari penjualan.

Secara sederhana: margin adalah milik penjualan, sedangkan markup adalah milik biaya.

Contoh Penghitungan

Jika anda membeli suatu barang dengan harga Rp. 100 lalu menjualnya dengan harga Rp. 200, maka:

Margin = (200 – 100) / 200 = 50%

Markup = (200 – 100)/ 100 = 100%

Pilih Margin atau Markup?

Markup biasanya digunakan untuk menghitung harga jual. Namun jangan terkecoh, markup yang selalu memberikan angka yang lebih besar dari margin bukanlah keuntungan. Dalam contoh di atas, markup 100% ternyata hanya memberikan margin 50% saja. Tanpa memahami perbedaan antara margin dan markup, seorang penjual bisa salah menghitung keuntungan. Ia mengira untung 100% (karena menghitung dengan cara markup) padahal hanya untuk 50%.

Salah satu kesalahan fatal yang bisa mengakibatkan kerugian usaha karena keliru menerapkan istilah margin dan markup adalah saat seorang pengusaha menentukan besaran diskon.

Coba bayangkan, jika seorang pengusaha membeli barang dengan harga Rp. 100, lalu menetapkan harga jual dengan me-markup 100% menghasilkan harga jual Rp. 200. Kemudian ia memberi diskon untuk menarik pembeli. Karena ia menganggap markup = margin, ia memberikan diskon 50% dan menganggap ia masih untung 50%. Kenyataannya, ia sama sekali tidak untung. Berikut penghitungannya:

Harga jual = biaya + markup 100% = Rp. 100 + Rp. 100 = Rp. 200

Diskon = harga jual – diskon 50% = Rp. 200 – Rp. 100 = Rp. 100

Semua karena menganggap markup 100% = keuntungan, pengusaha tersebut memberikan diskon 50% dengan harapan mendapat untung 50%. Padahal diskon dihitung dari harga jual. Dengan memberi diskon 50% sebenarnya ia menjual produk sebesar harga beli, alias impas atau tidak mendapatkan keuntungan apa-apa.

Selain diskon, anda juga perlu berhati-hati dengan aspek perpajakan, karena pajak penghasilan biasanya dihitung dari penjualan bukan dari biaya.

Meminimalkan Kesalahan

Ada banyak faktor yang mempengaruhi harga jual dan keuntungan anda. Karenanya, pada saat berhadapan dengan pelanggan, pusatkan perhatian pada Margin. Menggunakan markup tampak sederhana karena data biaya biasanya sudah tersedia. Namun negosiasi dengan pelanggan selalu seputar harga. Misal, potongan, diskon, rabat, bonus, pajak dan lain-lain. Dan semua itu berhubungan dengan harga bukan biaya. Karena itu, sekali lagi gunakan margin%. Selamat berbisnis. ***

| LEO | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +10 (from 10 votes)
Leo Juliawan (34 Posts)

Editor in Chief dan penggagas WirausahaIndonesia.com.
Email: leojuliawan [@] gmail.com


 

Comments

  1. Mas mo tanya, kalo markup pendapatan itu apa dan bagaimana? sama dgn mrgin atau tdk?
    makasih y mas. mohon balas ke email saya.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Komentar anda:

*


× 1 = two