Warning: Illegal string offset 'name' in /home/wirausah/public_html/wp-content/plugins/genesis-simple-sidebars/plugin.php on line 106

Warning: Illegal string offset 'description' in /home/wirausah/public_html/wp-content/plugins/genesis-simple-sidebars/plugin.php on line 108
Bisnis Sayuran Organik Labanya Menarik

Bisnis Sayuran Organik Labanya Menarik

Tak perlu lahan ratusan meter untuk memulai bisnis sayur organik. Hanya dengan memanfaatkan lahan sempit, kita sudah bisa menuai laba menarik. Anggota kelompok tani Karya Makmur Lawang ini membuktikan.


><

Kolom Iklan

Pasang Iklan di Artikel Ini?
Tertarik untuk mempromosikan usaha anda di kolom artikel ini? Klik untuk contoh. Hubungi: email

 

Dewasa ini sayuran organik mulai banyak dicari orang seiring dengan munculnya kesadaran untuk mengkonsumsi sayuran yang terbebas dari kandungan pestisida atau bahan kimia lain. Di supermarket-supermarket besar di perkotaan pun kini lebih banyak dijual aneka sayur dan buah berlabel organik guna memenuhi kebutuhan konsumen yang mengusung slogan “Back to Nature”.

Tapi siapa sangka dari sekian banyak sayuran organik yang dipajang di etalase supermarket besar tersebut ternyata berasal dari usaha cocok tanam rumahan dengan media polibag yang dilakukan oleh anggota kelompok tani Karya Makmur 2 desa Wonorejo, kecamatan Lawang, Malang, Jawa Timur.

Berawal dari banyaknya kotoran kambing dari para peternak kambing kelompok tani Karya Makmur 2 yang terbuang, muncul ide untuk mengolahnya menjadi pupuk organik agar bisa dimanfaatkan untuk tanaman dan memiliki nilai jual yang lebih baik. Sebelumnya harga satu sak kotoran kambing seberat 30-40kg hanya dihargai Rp. 3000. Melalui pembinaan dari dinas pertanian setempat, ide membuat pupuk organik dari kotoran kambing itu pun bisa direalisasikan. Harga jualnya pun meningkat hingga mencapai Rp. 5000-7000 per kilo nya.

Setelah bisa memproduksi pupuk organik sendiri, kemudian muncul gagasan lain, yaitu memanfaatkan pupuk tersebut untuk tanaman sayuran organik. Lalu dimulailah usaha menanam sayur organik dalam polibag dengan memanfaatkan lahan kosong oleh anggota kelompok Karya Makmur 2 yang diketuai oleh Dadang Pramudya Spt ini.

Kenapa memilih sayuran organik? Tak lain karena sayuran organik lebih sehat dan ramah lingkungan dibanding sayuran yang dikelola secara non organik. Selain itu cara penanaman dan perawatannya juga mudah. Tidak memerlukan lahan luas, bisa memanfaatkan lahan-lahan sempit di halaman atau teras rumah.

Jenis sayuran organik yang ditanam di antaranya sawi daging, selada, mentimun, terong, tomat, cabe dan lain-lain. Dari semua jenis sayuran tersebut yang banyak dikembangkan adalah sawi daging dan selada, karena kedua jenis sayuran tersebut sudah mampu menembus pasar super market. Untuk sawi daging memerlukan waktu 27-30 hari mulai dari tanam sampai siap panen, sedangkan untuk selada memerlukan waktu lebih lama antara 35-40 hari untuk penanamannya.

“Awal tahun 2011 kami mulai belajar menanam sayur organik ini. Karena baru permulaan, banyak kesalahan dalam menanam sayuran organik, tapi dengan bantuan anggota kelompok yang lain akhirnya hambatan itu bisa kami atasi,” terang Ahmad Jumain, salah satu anggota kelompok tani tersebut.

Menurut Jumain, mulanya dia bercocok tanam sayur organik semata-mata untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja. Namun pada saat panen perdana, dia malah sudah bisa membagi-bagikan aneka sayur organik kepada para tetangganya. Bahkan kini dia mulai menikmati hasil dengan menjual sayur organiknya.

“Saat ini dalam sekali panen kami bisa memperoleh hasil antara 20-35kg sayuran dan bisa menerima keuntungan bersih antara Rp. 130.000-Rp 150,000,” terang Dadang yang memiliki 800 polibag berbagai jenis sayuran yang memenuhi halaman dan teras rumahnya. Dadang mengaku dalam seminggu anggota kelompoknya ini bisa memanen sayur organik sebanyak tiga kali. Dari hasil panen tersebut sayuran yang memenuhi standar supermarket disetor ke koperasi setempat untuk selanjutnya diambil oleh pedagang sayur yang memasok supermarket. Sedangkan sisanya yang tidak sesuai standar dijual di pasar tradisional.

Dari usaha menanam sayuran organik yang semula dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kini Dadang dan para anggota kelompok tani Sumber Makmur 2 lain sudah bisa memperoleh uang belanja tambahan.

Menurut Dadang bertanam sayur organik ini sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar rumah. “Semua orang bisa melakukan bercocok tanam sayur organik ini, asalkan memiliki kemauan untuk menanam dan merawat tanaman tersebut.”

Menurut Dadang, kelompoknya siap membantu bila ada yang berminat untuk belajar tentang bertanam sayuran organik ini. Termasuk bila ada yang membutuhkan media tanam, pupuk organik, pupuk POC dan pupuk Pesnab, bisa didapatkan di kelompok taninya dengan harga yang sangat terjangkau.

Cara Bercocok Tanaman Organik dengan Media Polibag

Siapkan benih. Bibit berbagai macam sayuran bisa diperoleh dengan mudah di toko-toko pertanian. Bibit kemudian disemai di tempat persemaian dengan media tanah yang dicampur pupuk organik dengan komposisi 1 tanah dan 1/2 pupuk organik. Setelah sekitar 15 hari, bibit yang telah bersemi siap dipindah ke ke polibag.

Siapkan polibag. Polibag banyak tersedia di toko-toko pertanian. Ukuran polibag disesuaikan dengan jenis sayuran yang akan ditanam. Sayur jenis sawi daging dan selada disarankan menggunakan polibag berukuran 12x12cm atau 12x30cm. Agar memberikan hasil maksimal, satu polibag hanya untuk satu bibit sayuran.

Siapkan media tanam / tanah. Media yang baik untuk tanaman organik ini terdiri atas: tanah gembur, pupuk organik atau pupuk kandang, dan sekam. Komposisi bahan campuran 2:1:1/2, artinya 2 tanah, 1 pupuk organik, dan 1/2 sekam. Aduk media sampai benar-benar rata dan semua bahan menyatu.

Penanaman bibit. Masukkan media tanah ke dalam polibag lalu diamkan selama 1-2 hari sambil dilakukan penyiraman pada sore hari. Hal ini dimaksudkan agar media benar-benar menyatu dengan wadah polibag. Lakukan penanaman bibit pada sore hari untuk menghindari agar tanaman tidak layu.

Siapkan rak polibag. Letakkan polibag-polibag secara rapi di rak yang terbuat dari kayu atau bambu untuk memudahkan perawatan tanaman. Bila tidak ada rak, polibag bisa ditempatkan di atas tanah.

Perawatan tanaman – umur 3 hari. Tanaman dikompres dengan POC (Pupuk Organik Cair) yang bisa didapatkan di toko-toko pertanian. Pengkompresan dengan POC bukan pestisida ini dimaksudkan untuk menggemburkan tanah dan menyelamatkan alam.

Perawatan tanaman – umur 7 hari. Tanaman diberi pupuk Pesnab (Pupuk pembasmi serangga nabati) banyak dijual di toko pertanian.

Penyiraman. Lakukan penyiraman setiap sore hari

Jadi, jangan biarkan ada lahan kosong di sekitar anda. Segera penuhi dengan tanaman organik demi kesehatan seluruh keluarga dan menghemat biaya belanja sayuran keluarga. Jadi tunggu apa lagi, Ayo Mulai!! ***

Nama Usaha: Kelompok Tani “Sumber Makmur 2
Bidang Usaha: Pertanian tanaman organik
Nama: Dadang Pramudya Spt & Ahmad Jumain
Alamat: Desa Wonorejo Lawang Malang
Nomor Telpon: 0815559194154
Email: -
Website: -

| PRIE | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +5 (from 5 votes)

[/column]



Comments

  1. saya tertarik mas dengan media polibag, biarpun kecil-kecilan dulu di halaman rumah, lumayan kan…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. PASIGI says:

    pak itu bibit tanaman organiknya bisa di dapatkan dimna ya untuk daerah kota malang?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +2 (from 2 votes)

Komentar anda:

*


9 × = sixty three