Warning: Illegal string offset 'name' in /home/wirausah/public_html/wp-content/plugins/genesis-simple-sidebars/plugin.php on line 106

Warning: Illegal string offset 'description' in /home/wirausah/public_html/wp-content/plugins/genesis-simple-sidebars/plugin.php on line 108
Inovasi Eceng Gondok Sebagai Bahan Bioetanol

Inovasi Eceng Gondok Sebagai Bahan Bioetanol

Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan bakar alternatif bioetanol telah banyak diteliti dan memberikan hasil yang nyata. Inovasi ini menunggu pengembangan di tingkat industri untuk diwujudkan manfaatnya.


><

Kolom Iklan

Pasang Iklan di Artikel Ini?
Tertarik untuk mempromosikan usaha anda di kolom artikel ini? Klik untuk contoh. Hubungi: email

Header image courtesy  Nick Fedele / Flickr.com

Eceng gondok telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan yang bisa memberikan manfaat ekonomis bagi pelaku usaha. Namun sesungguhnya eceng gondok bisa menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar dari sekedar bahan baku kerajinan; yaitu sebagai bahan bakar alternatif bioetanol. Telah cukup banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa eceng gondok dan sampah basah bisa diolah menjadi bahan bakar bioetanol.

Salah satu penelitian dilakukan oleh M. Vicky, Ahmad Kurniawan, Shafia Khairani, Gigih Ramdhani dan Bagus Ryan. Kelimanya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kedokteran Hewan Unair, Surabaya. Penelitian tersebut menjadi salah satu pemenang dalam Kompetisi Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) 2012. Dalam penelitian tersebut ke lima mahasiswa berprestasi ini berusaha memanfaatkan eceng gondok dan sampah basah di kawasan sungai Manyar Tegalan Kelurahan Manyar Sabrangan Surabaya.

Tujuan

Menurut Shafia, salah satu anggota team peneliti, mereka tergerak memanfaatkan eceng gondok dan sampah basah karena menjadi limbah sungai yang menyusahkan masyarakat, baik secara ekologi maupun estetika. Dengan mengubah eceng gondok dan sampah basah menjadi bahan bakar alternatif bioetanol, bukan hanya memberikan alternatif bahan bakar juga membuat lingkungan lebih nyaman.

Bentuk Inovasi

Eceng gondok dan sampah basah yang dapat digunakan adalah yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi. Eceng gondok dan sampah basah diolah melalui proses hidrolisis dengan senyawa tertentu pada suhu 10 derajat Celcius selama 30 menit. Kemudian dilakukan fermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme selama 96 jam.

Semoga menginspirasi. ***

| WI | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)



Komentar anda:

*


nine − 7 =