Memulai Bisnis Dengan Modal Kartu Kredit

Kartu kredit adalah alternatif kreatif untuk mendanai usaha. Di dalamnya terdapat cadangan dana yang siap dipakai sewatu-waktu.


Header image courtesy mueritz / Flickr.com

Seorang rekan pernah menunjukkan rentetan kartu kreditnya. Saya heran untuk apa dia punya kartu kredit sebanyak itu. “Ini modal usaha saya,” kata rekan saya dengan santai. Awalnya saya skeptis dengan pandangannya yang menganggap kartu kredit sebagai modal usaha. Saya pikir, kartu kredit sebenarnya dirancang sebagai pengganti alat pembayaran tunai, bukan pembiayaan usaha. Tingkat bunga kartu kredit terlalu tinggi. Tidak cocok dengan kebutuhan usaha.

Seolah tahu keraguan saya, teman saya menjawab, “Ini untuk jaga-jaga, kalau-kalau usaha saya perlu dana mendadak. Selain tidak memerlukan agunan, kartu kredit bisa dipakai setiap saat. Administrasinya pun mudah. Cukup sekali saja isi formulir, maka kita punya cadangan dana sepanjang tahun.”

Teman saya benar. Sebenarnya di balik selembar plastik kartu kredit terdapat dana yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai modal untuk memulai bisnis. Meski tetap harus berhati-hati, kita bisa memanfaatkan kartu kredit sebagai modal usaha. Perhatikan beberapa tips berikut ini:

Pelajari syarat dan ketentuan (terms & conditions) yang berlaku. Cermati tanggal cetak tagihan, tanggal jatuh tempo, tingkat bunga, denda keterlambatan dan lain-lain. Waspadai setiap perubahan yang tidak diberitahukan terlebih dahulu.

Pilih kartu kredit sesuai dengan kebutuhan Anda. Kartu kredit dengan iuran tahunan ringan cocok jika Anda selalu melunasi tagihan saat jatuh tempo. Jika Anda berniat mencicil, pilih kartu kredit dengan bunga rendah. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming diskon di restoran, lounge bandara dan berbagai layanan ekslusif yang belum tentu Anda butuhkan.

Fokus pada cara menaikkan limit kartu kredit. Lunasi tagihan pada waktunya. Jangan sampai terlambat meski hanya sehari. Jika Anda mengangsur, bayarlah di atas jumlah minimum. Intinya adalah tingkatkan reputasi Anda di mata penyedia jasa kartu kredit. Setelah itu ajukan kenaikan limit kartu kredit. Cadangan dana Anda pun meningkat.

Kartu kredit sebagai dana modal kerja. Maksimalkan syarat dan kondisi sebagai salah satu cara kreatif berbisnis. Berikan termin pembayaran kredit 30 hari untuk menarik pelanggan, lalu gunakan masa tagihan kartu kredit selama 30-45 hari untuk membiayai modal kerja Anda.

Membeli barang modal dengan hutang kartu kredit. Ini sebaiknya Anda hindari. Namun jika terpaksa, manfaatkan promo cicilan bebas bunga. Perlu diingat, bunga setelah masa promo sangat tinggi. Pelajari apakah Anda mampu melunasi hutang dalam masa promo?

Rencanakan kebutuhan dan pembayaran sebaik mungkin. Bedakan kartu kredit pribadi dan bisnis. Catat setiap transaksi. Buat rencana pembayaran dan biaya bunganya. Sesuaikan rencana pembayaran dengan pemasukan Anda. Jangan sampai bunga kartu kredit menggerogoti keuntungan bisnis Anda. Jangan terjerat dalam bunga kartu kredit.

Jangan tergantung pada kartu kredit. Kartu kredit bukan satu-satunya sumber pembiayaan. Ada banyak pembiayaan lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan usaha. Memang benar, kartu kredit adalah alternatif kreatif untuk mengatasi kebutuhan dana usaha. Namun kredit usaha yang ditawarkan oleh bank konvensional lebih cocok untuk bisnis. Selain menawarkan syarat-syarat yang business-friendly, melalui kredit usaha Anda bisa membangun hubungan dan reputasi yang lebih baik dengan bank kreditor.

Terakhir, ikuti saran bijak para nenek moyang kita: use credit card responsibly. Gunakan kartu kredit dengan penuh tanggung jawab. Ada banyak kisah orang berhasil berbisnis hanya dengan bermodalkan kartu kredit. Namun tidak sedikit mereka yang bisnisnya terbelit masalah gara-gara kartu kredit. Kita tentu berharap bisnis kita berkembang secara sehat. Selamat menggunakan kartu kredit untuk mensukseskan bisnis Anda. ***

| LEO | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +3 (from 3 votes)
Leo Juliawan (34 Posts)

Editor in Chief dan penggagas WirausahaIndonesia.com.
Email: leojuliawan [@] gmail.com


 

Komentar anda:

*


1 × two =