Warning: Illegal string offset 'name' in /home/wirausah/public_html/wp-content/plugins/genesis-simple-sidebars/plugin.php on line 106

Warning: Illegal string offset 'description' in /home/wirausah/public_html/wp-content/plugins/genesis-simple-sidebars/plugin.php on line 108
Sistem Voucher Untuk Mengontrol Kas

Sistem Voucher Untuk Mengontrol Kas

Ketika transaksi kas semakin tinggi, anda perlu menyiapkan prosedur kontrol transaksi kas; salah satunya menggunakan sistem voucher.


><

Kolom Iklan

Pasang Iklan di Artikel Ini?
Tertarik untuk mempromosikan usaha anda di kolom artikel ini? Klik untuk contoh. Hubungi: email

Header image courtesy Daniel Y. Go / Flickr.com

Sistem voucher diterapkan ketika pengelolaan kas mulai diserahkan pada bagian keuangan. Anda tidak lagi menangani sendiri pembayaran dan penerimaan kas, namun anda ingin tetap mengawasi dan mengotorisasi setiap transaksi sebelum dilakukan pembayaran kas.

Sistem voucher kas adalah penggunaan semacam voucher atau formulir khusus untuk mencatat transaksi kas. Formulir untuk mencatat transaksi pembayaran kas disebut Bukti Kas Keluar atau BKK. Sedangkan untuk mencatat penerimaan kas menggunakan Bukti Kas Masuk atau BKM.

Beberapa perusahaan memisahkan BKK dan BKM. Biasanya dengan mencetak formulir dengan warna dan yang berbeda. Tujuannya untuk memudahkan kontrol dan administrasi kas. Beberapa perusahaan lain menggunakan bukti kas universal yang berfungsi sebagai BKK dan BKM dengan alasan penghematan.

Selain berfungsi untuk mencatat transaksi, tujuan utama bukti kas adalah sebagai media otorisasi transaksi kas. Untuk menghindari penyelewengan, maka sebelum dilakukan pembayaran, transaksi harus diperiksa dan disetujui oleh anda.

Contoh Bentuk Formulir Bukti Kas. Tidak ada bentuk baku formulir bukti kas. Anda bisa menyusun sendiri sesuai dengan kebutuhan. Namun demikian ada beberapa informasi perlu dicantumkan dalam formulir bukti kas; yaitu:

  • Tanggal dilakukannya transaksi kas.
  • Nomor formulir. Disarankan untuk mencetak nomor secara urut (prenumbered). Tujuannya untuk menghindari penyalahgunaan formulir.
  • Nama pihak yang menerima atau membayar kas, berikut tandatangan sebagai bukti transaksi tersebut telah benar-benar dilakukan.
  • Penjelasan atau keterangan transaksi kas. Misal: pembayaran kas untuk pembelian bahan, pembayaran gaji, atau penerimaan kas dari pelanggan.
  • Jumlah yang ditransaksikan. Kode mata uang asing harus dicantumkan untuk transaksi dalam mata uang selain Rupiah.
  • Kolom pengesahan atau tandatangan bukti transaksi tersebut telah diperiksa dan disetujui.

Berikut adalah contoh sederhana bentuk formulir Bukti Kas Keluar (BKK). Anda bisa membuat Bukti Kas Masuk (BKM) dengan mengubah judul formulir menjadi “Bukti Kas Masuk” serta teks-teks lain dalam formulir.

Anda bisa mengubah contoh tersebut untuk memasukkan informasi yang diperlukan. Misal: kolom “kode akunting” atau kolom “debit / kredit” untuk keperluan pembukuan (contoh formulir di atas telah menyediakan kolom kode akunting).

Karena bukti kas dapat digunakan sebagai media pencatatan akuntansi, maka setiap perancangan bukti kas perlu melibatkan bagian akunting untuk mengakomodasi kebutuhan pembukuan.

Prosedur Bukti Kas Keluar

  • Saat menerima tagihan dari pemasok, Kasir memeriksa dokumen tagihan lalu menyiapkan BKK: menulis tanggal transaksi, nama pemasok, keterangan dan jumlah tranksaksi. Kasir menandatangani BKK sebagai tanda bahwa tagihan telah diperiksa.
  • BKK yang dilampiri dengan dokumen tagihan kemudian dimintakan persetujuan pada atasan yang berwenang, misal: manajer keuangan; dalam contoh ini adalah anda sebagai pimpinan bagian keuangan.
  • Kasir melakukan pembayaran hanya bila BKK telah lengkap disetujui. Pihak penerima harus menandatangani BKK sebagai bukti bahwa telah diterima dengan baik oleh pihak penagih.
  • Kasir mencatat transaksi pembayaran kas dan mencamtumkan nomor BKK pada Buku Kas.

Stempel Otorisasi

Penggunaan formulir Bukti Kas atau voucher kas menimbulkan biaya administrasi yang belum tentu murah bagi perusahaan kecil. Untuk mengatasi hal ini, anda dapat membuat stempel otorisasi sebagai pengganti bukti kas. Berikut contoh stempel otorisasi.

Stempel ini dicapkan pada dokumen tagihan (faktur, invoice, kwitansi) dan berfungsi sebagai tempat persetujuan atau otorisasi transaksi. ***

| LEO | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +9 (from 9 votes)
Leo Juliawan (34 Posts)

Editor in Chief dan penggagas WirausahaIndonesia.com.
Email: leojuliawan [@] gmail.com




Komentar anda:

*


1 × seven =