Tips Mengawasi Penerimaan Kas

Salah satu contoh penyelewengan adalah tidak mencatat penerimaan kas dari hasil penjualan. Berikut tips mengawasi pemasukan kas.


Header image courtesy Thomas Hawk / Flickr.com

Meski anda telah menerapkan sistem pencatatan kas (laporan kas) dan prosedur bukti kas (sistem voucher), bukan berarti kas anda aman dari penyelewengan oleh kasir atau pemegang kas usaha anda. Prosedur-prosedur tersebut memang membantu anda dalam mengendalikan kas. Namun selalu saja ada celah untuk melakukan tindak kejahatan.

Banyak UKM, terutama yang bergerak di bidang retail, berpikir bagaimana cara mengawasi penerimaan kas. Mereka ingin meyakinkan bahwa seluruh kas hasil penjualan benar-benar telah diterima dan dicatat oleh kasir/pegawai penjualan. Berikut beberapa tips mengawasi pemasukan kas.

Setiap penjualan atau penerimaan kas harus dibuatkan nota/kwitansi/invoice/faktur, minimal rangkap dua. Lembar pertama untuk pembeli. Lembar ke dua atau copy untuk lampiran buku kas. Nota ini harus diberi cetakan nomor urut terlebih dahulu.

Catat setiap penjualan dalam buku penjualan. Berikut contoh sederhana sebuah buku/log penjualan sederhana yang digunakan pada sebuah usaha warnet yang menyediakan jasa internet, fotocopy, fax dan penjualan alat-alat tulis. Anda bisa memodifikasi sesuai keperluan. Periksa catatan penjualan, lalu bandingkan dengan buku kas setiap hari.

Gunakan teknologi. Pembuatan nota dan pencatatan buku penjualan secara manual agak merepotkan, terutama bagi usaha retail yang jumlah item barang dan frekuensi transaksinya tinggi. Oleh karena itu, gunakan mesin kasir, cash register atau komputer dengan program POS (Point of Sale) untuk mencetak nota sekaligus mencatat penjualan. Anda membutuhkan investasi sekitar Rp. 3-7 juta. Jika memiliki dana lebih, anda bisa memasang perlengkapan lain, seperti barcode

Pisahkan bagian penjualan dan kasir. Bagian penjualan bertugas membuat nota penjualan. Pembayaran dilakukan di bagian kasir. Barang hanya bisa diambil jika telah dibayar dan nota distempel lunas. Bagian penjualan melaporkan penjualan setiap hari dilampiri dengan copy nota yang telah dibayar. Anda membandingkan buku penjualan dan buku penerimaan kas yang dibuat oleh kasir.

Setor kas secara berkala. Jangan biarkan kasir memegang kas dalam jumlah banyak. Secara berkala, misal; setiap beberapa jam, kasir operasional harus menyetorkan penerimaan kasnya pada kas utama.

Terima pembayaran melalui bank. Jika anda sering menerima pembayaran dalam nilai besar, sebaiknya lakukan melalui bank. Jika anda menerima cek, maka harus dicoret atau diberi nama sehingga tidak bisa dicairkan oleh sembarang orang.

Manfaatkan teknologi debit atau kredit kas. Sebagai merchant anda akan dikenai charge tertentu, namun cara ini meminimalkan pengelolaan uang tunai pada kasir anda. Selain itu anda perlu berhati-hati saat menerima kartu debit, kredit atau kartu tunai mengingat semakin banyaknya kejahatan yang melibatkan teknologi ini.

Jika anda mempunyai ide-ide dan pengalaman bagaimana anda mengawasi penerimaan kas di perusahaan anda, mari berbagi di forum ini. ***

| LEO | JEP |

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Leo Juliawan (34 Posts)

Editor in Chief dan penggagas WirausahaIndonesia.com.
Email: leojuliawan [@] gmail.com


 

Comments

  1. pa, mau tanya, berapa jenjang waktu yang efektif untuk enaikan gaji pada perusahaan swasta yang berbentuk dagang dan jasa? makasih

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. berapa jenjang waktu yang efektif untuk kenaikan gaji karyawan swsta pada perusahaan jasa atau dagang? makasih

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. menurut bapa faktor atau ciri apa saja yang meneyebabkan perusahaan dikatakan maju atau berkembang? makasih

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Komentar anda:

*


+ one = 9